"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (al-Hasyr: 1) Sebab Turunnya Ayat. Imam al-Hakim meriwayatkan riwayat yang dinilainya shahih dari Aisyah yang berkata, "Peperangan dengan Bani Nadhir, yaitu sebuah kabilah Yahudi, terjadi pada pengujung bulan keenam
Tafsir Surah Al-Hasyr ayat 7: Perintah Untuk Mendistribusikan Harta Kekayaan. Harta merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting di antara kebutuhan lain. Tidak heran jika banyak dari manusia berlomba-lomba untuk mengumpulkannya. Meskipun manusia memiliki kecenderungan terhadap harta kekayaan, tetapi Al-Qur'an melarang keras
Mereka diusir keluar Madinah, dan hanya dibolehkan membawa harta kekayaan sekedarnya yang terpikul oleh unta mereka. Merekapun tidak dibenarkan membawa senjata. Ayat ini (al-Hasyr: 1-5) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa orang yang berkhianat akan mendapat balasannya.
Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 10: Intisari Doa Kasih Sayang dan Pengampunan. Saling memaafkan dan kasih sayang adalah dambaan setiap umat manusia. Tidak peduli darimana ia berasal, latar belakang kesukuannya apa, bahasa, etnis dan budayanya bagaimana, sepanjang ia disebut sebagai manusia dan makhluk hidup pasti membutuhkan dua hal itu. Dengan
Seperti yang telah tertulis di atas, surah Al-Hasyr berarti 'pengepungan' atau 'pengusiran'. Nama ini terkait dengan peristiwa yang terkandung di dalam surah tersebut. Surah ini juga memiliki nama lain, yakni surah 'Bani Nadhir' karena di dalamnya menceritakan tentang pengusiran Bani Nadhir dari kota Madinah Al-Munawwarah.
Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 18: Intropeksi Diri, Manajemen Waktu, dan Tabungan Kebaikan dalam Al Quran. Kesuksesan kita sebagai seorang umat Islam akan dilihat dari bagaimana cara kita melakukan peribadatan dan kadar ketakwaan kita kepada Allah SWT. Tidak ditentukan dari seberapa sering kuantitas ibadah namun lebih pada kualitas Ibadah yang
(Al-Hasyr: 23) Yakni Yang Menang atas segala sesuatu dan mengalahkannya. Dia mengalahkan segala sesuatu, maka tiada sesuatu pun yang dapat mencapai Zat-Nya karena keperkasaan, keagungan, kekuasaan, dan kebesaran-Nya. Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya: {الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ} Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan.
GQPaE.