Jikaoli transmisi kurang, karena itu beberapa komponen itu juga jadi kering hingga makin lama berkarat dan aus. Ini jangan didiamkan kelamaan sebab bisa memunculkan kerusakan tetap pada mekanisme transmisi mobil. 7. Timbulnya Berbau Terbakar. Beberapa ciri oli transmisi kurang yang lain bisa terdeteksi dari berbau aneh yang ada dari mesin Tapipengapian platina ini tidak kuat pada rpm - rpm yang lebih tinggi , atau kemampaun pengapiannya akan menurun jika rpm mesin semakin tinggi dan pemakain platina yang sudah telah terlalu lama . Seperti Anda ketahui bahwa pengapian platina terbuat dari plat yang kerjanya membuka dan menutup , serta dilengkapi dengan per plat dari logam juga . Jikacelah katup terlalu renggang , maka akan timbul suara berisik dari kepala silinder sepeda motor. Jika celah katup terlalu rapat biasanya mesin akan sulit untuk dihidupkan. Demikian pelajaran otomotif kali ini , semoga artikel ini dapat membantu anda dalam melakukan penyetelan celah katup sepeda motor Anda sendiri. Suaramobil kasar dan berisik saat mesin dalam kondisi dingin setelah di starter memang terasa tidak nyaman di telinga. Suara mobil kasar dan berisik saat mesin | Halaman 2 Halini dikarenakan kondisi mesin setiap mobil juga berbeda-beda. Usia pemakaian tidak bisa disamakan anatara sattu mobil dengan mobil lainnya. Bisa jadi busi lebih cepat rusak atau memiliki masa pakai yang lebih lama. Jika busi mobil mengalami kerusakan atau mati, Didi mengatakan akan ada gejala yang bisa dirasakan oleh pengemudi. Selainitu, periksa juga sistem pengapiannya. Barangkali ada busi yang sudah mati, coil sudah aus atau tahanan-tahanan pada kabel busi pengapian terlalu tinggi. Jika Mesin Tak Kuat Saat AC Dihidupkan Suhu di Indonesia lumayan panas. Karena itu, bagi para pengendara, Air Condition (AC) sudah menjadi kelengkapan standar. Kedua familiaritas media, yang melibatkan pengetahuan akan sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronik Carapemeriksaan dilakukan dengan mendengar suara mesin dalam kondisi hidup. Kalau rantai keteng longgar, akan terdengar suara berisik. Sebaliknya, jika terlalu tegang akan keluar suara mendesing. Komponen yang juga perlu diperiksa adalah busi, kabel busi, pengapian, karburator, filter udara, dan filter bahan bakar. NCYIn6I. What do you hear when you start your car and listen to your engine? Is it the savage roar of high performance? Or does it sound more like it is screeching for help? No one wants to imagine their motor as crying. We’d much rather think of our engines purring down the neighborhood gracefully or chewing up the asphalt as we speed away. Yet even the toughest of motors can have problems and give out sounds that make us want to help track down the troubles. Often it’s nothing, sometimes it’s serious. We’ve assembled a quick guide to diagnosing common engine noises to help you avoid potential damage. Piston Ring Noise Sounds like Clicking noise during acceleration. Common causes Low ring tension, broken rings, or worn cylinder walls Try troubleshooting each cylinder by removing the spark plugs and adding a spoonful of engine oil to each cylinder. Now crank the engine quite a few revolutions to allow the oil to go down past the rings. Install the spark plugs and start the motor. If the noise is lessened then the rings are likely the source of the problem. Piston Slap Sounds like Continuous muffled, hollow sound. Common causes Excessive piston-to-wall clearance, worn cylinders or inadequate oil. A continued piston slap noise indicates that the engine needs service. Still, if the sound is only heard when the engine is cold, it is probably not a serious issue. Crankshaft Knock Sounds like Dull, heavy, metallic knock under load. Common causes Worn bearings; main, rod, or thrust. Damaged or worn main bearing noise is loudest under heavy load. Check your oil dipstick for any metal reflections. Metal shavings in the oil is one of the first indications of your main bearing material sloughing off. Replace any worn bearings with new ones. Valvetrain Noise Sounds like Regular clicking noise at half-speed. Common causes Excessive valve clearance or defective valve lifter. You can check your clearances by inserting a thickness gauge between the lifter or rocker arm and the valve stem. If the noise is reduced, then the cause is excessive clearance and you will want to make the correct adjustments. If the noise persists, then it is most likely rough cams or worn lifter faces. You might also want to look for loosley moving lifters in their bores and weak valve springs. Detonation Sounds like High-pitched metallic pinging noise. Common causes Improper timing, lean air/fuel ratio, or improper octane. You can prevent detonation by increasing the octane level of your fuel, reducing manifold pressure, enriching the air/fuel mixture, or obstructing the ignition timing. Detonation can often be a common phenomenon in forced induction applications. For some operations, you can consider an aftermarket water injection system. Connecting Rod Noise Sounds like Light knocking or pounding sound. Common causes Misaligned rod, inadequate oil, or worn bearing or crankpin. A cylinder-balance test can single out the faulty connecting rod. With the engine running, this test essentially shorts out the spark plugs one cylinder at a time. Soon, you can narrow down the bad connecting rod as the sound will be lessened when its base cylinder is no longer delivering power. Piston Pin Noise Sounds like Metallic, double knock at idle. Common causes Worn bushing, worn or loose piston pin, or inadequate oil. Conduct a cylinder-balance test like described above to discover the distressed components. If your car engine noises are something you aren’t able to fix, you can always donate old cars to charity. Kidney Cars accepts cars whether they are running or not. Your car donation to Kidney Cars can help the National Kidney Foundation enrich the life of a person affected by kidney disease. Help improve lives and donate your vehicle today. We accept vehicles even if they no longer are running, as long as they have a title. There is no cost to you, simply call us at 2277 or complete our online form. Then schedule a pick up time that fits your schedule. You can make a difference in the lives of millions with kidney disease. Menganalisa Kerusakan Mesin Berdasarkan Bunyi Berisik Yang Timbul Bunyi berisik yang keluar dari dalam mesin merupakan indikasi ada sesuatu yang bermasalah pada mesin. Memang saat bekerja mesin mengeluarkan suara, namun jika suara yang terdengar tidak normal atau tidak seperti biasanya itu tandanya ada masalah. Berikut beberapa suara abnormal yang sering terjadi pada mesin dan kemungkinan penyebabnya Bunyi Tik..Tik..Tik Clicking Noise Jika terdengar bunyi ketukan halus tik-tik pada mesin dan suaranya bertambah keras saat putaran mesin naik, kemungkinan bunyi berasal dari mekanisme katup yang disebabkan oleh Tekanan oli yang rendah Celah katup yang terlalu besar Komponen aus atau rusak Celah katup yang tidak tepat dapat menimbulkan bunyi Pertama Periksa dipstik oli mesin untuk mengetahui apakah jumlah oli cukup...? Jika kurang, Tambahkan oli mesin hingga mencapai tanda FULL pada dipstik oli. Jika suara berisik tetap ada..? Periksa tekanan oli mesin. Pembacaan tekanan oli yang rendah merupakan indikasi adanya masalah pada sistem sirkulasi oli sehingga oli tidak dapat mencapai komponen mekanisme katup yang berada di bagian atas mesin. Tekanan oli yang rendah dapat disebabkan oleh Keausan dan kerusakan pompa oli mesin. Saringan oli tersumbat Menggunakan oli yang lebih kental pada cuaca yang dingin juga dapat mengakibatkan oli mengalir lebih lambat ke mekanisme katup yang terletak dibagian mesin paling atas sehinggan akan menimbulkan bunyi dan keausan komponen. Bunyi Mesin Berisik Pada Valve Lifter Valve lifter yang aus, bocor atau kotor dapat menimbulkan bunyi berisik pada mekanisme katup. Jika distribusi oli terhambat sampai ke valve lifter karena saluran oli yang tersumbat atau tekanan oli yang lemah, valve lifter tidak dapat terangkat keatas menutup celah katup. Valve lifter yang tidak terangkat akan membuat celah katup menjadi terlalu besar sehingga menimbulkan bunyi. Bunyi Mesin Berisik Dari Mekanisme Katup Jika penyebab suara mesin yang bising tadi bisa dipastikan bukan karena sirkulasi oli mesin yang terganggu, maka langkah berikutnya adalah dengan memeriksa celah katup. Pada mesin-mesin tua, mekanisme katup membutuhkan penyetelan secara berkala. Jika celah antara rocker arm dan ujung katup terlalu besar maka akan menimbulkan bunyi berisik pada mekanisme katup dan akan mempercepat keausan atau kerusakan pada komponen-komponen tersebut. Untuk melakukan penyetelan katup dibutuhkan alat feeler gauge. Masukkan feeler gauge dicelah antara rocker arm dan ujung katup atau antara cam dengan ujung katup pada mesin overhead camshaft dengan posisi piston pada Titik Mati Atas TMA. Lihat petunjuk pada service manual untuk mengetahui prosedur pengukuran celah katup yang tepat dan spesifikasi celah katup yang benar. PerhatianPastikan spesifikasi celah katup yang tertulis apakah saat mesin dingin atau panas, karena hal ini akan memberikan perbedaan yang sangat besar. Pada mesin yang sudah menggunakan valve lifter hidrolis, tekanan oli akan mengangkat valve lifter untuk menutup celah katup. Sistem ini menghasilkan suara yang lebih kecil. Jadi jika terdengar suara dari rocker arm berarti ada sesuatu yang salah lifter rusak atau kerusakan komponen atau celah katup butuh disetel. Periksa kondisi komponen-komponen pada mekanisme katup. Keausan yang berlebihan pada rocker arm, cam follower atau batang katup akan memperbesar celah katup dan menimbulkan bunyi. Bunyi Mesin Berisik Karena Bearing Cranksahaft Munculnya suara ketukan seperti Tok..Tok..Tok.. yang cukup besar rod knock pada mesin merupakan indikasi kerusakan atau keausan yang parah pada bearing crankshaft atau sering disebut metal jalan. Jika bearing crankshat mengalami keausan atau terlalu kendor hingga menimbulkan bunyi ketukan yang keras maka harus segera diperbaiki, karena cepat atau lambat salah satu bearing tersebut akan mengalami kerusakan yang lebih parah. Bearing crankshat yang rusak parah dapat mengakibatkan salah satu dari kerusakan ini, yaitu Bearing akan rusak dan membuat mesin menjadi macet. Bearing akan merusak crankshaft Kedua hal diatas dapat mengakibatka kerusakan yang parah pada mesin sehingga memerlukan pembongkaran mesin secara total untuk memperbaikinya. Bunyi berisik akibat bearing crankshaft biasanya terjadi pada mobil yang jarak tempuhnya sudah cukup jauh dan tidak melakukan penggantian oli mesin dan filter oli mesin secara teratur. Keausan pada bearing crankshat dapat dipicu oleh beberapa hal, antara lain Tekanan oli yang rendah Menggunakan oli mesin yang lebih encer dari spesifikasi yang direkomendasikan Kerusakan oli mesin Oli yang kotor atau ada kotoran di dalam crankcase Blow by gas yang terlalu berlebihan karena ring piston yang sudah aus uap bensin yang masuk ke crankcase akan membuat oli mesin menjadi lebih encer Celah bearing crankshaft yang terlalu besar karena salah pemilihan saat perakitan mesin Baut connecting rod aus dan patah Cara mengemudi yang kasar Keausan bearing crankshaft dapat diperiksa dengan melepaskan oil pan sehingga dapat melihat kondisi connecting rod, crankshaft dan main bearing. Jika bearing terlihat aus atau rusak, connecting rod dan crankshaft tidak mengalami kerusakan maka cukup mengganti bearing saja dapat menghilangkan bunyi tersebut. Namun jika bearing dan crankshaft terlihat mengalami kerusakan, maka mesin harus diturunkan secara total agar crankshaft dapat diperbaiki atau diganti. Suara Nglitik atau Knocking Saat Akselerasi Suara nglitik atau knocking yang terjadi saat akselerasi dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain EGR Valve yang tidak berfungsi Timing pengapian yang terlalu maju Mesin overheat Pembentukan lapisan karbon di dalam ruang bakar Menggunakan bahan bakar oktan rendah Suara Mesin Berisik Saat Beban Berat Suara knocking yang muncul beberapa menit setelah mesin dihidupkan dengan kondisi mesin dingin masih dianggap wajar, hal ini karena celah antara piston dengan dinding silinder yang besar saat dingin. Namun jika mesin sudah mulai panas suara knocking tersebut harus hilang. Jika suara knocking yang tidak terlalu keras masih terdengar saat mesin sudah panas kemungkinan penyebabnya adalah keausan bearing crankshaft. Berikut beberapa gejala dan penyebab bunyi mesin yang tidak normal saat beban berat Tekanan oli mesin rendah Periksa tekanan oli mesin pada lubang sensor tekanan oli di mesin dengan menggunakan oil pressure gauge. Jika tekanan oli OK, ganti sensor tekanan oli Ngelitik atau knocking Dapat disebabkan Oktan bahan bakar yang digunakan terlalu rendah Pembentukan lapisan karbon diruang bakar Timing pengapian yang terlalu maju Baut Torque converter kendor Periksa kekencangan baut torque converter dan flywheel dan lakukan perbaikan yang diperlukan Flywheel retak Transmisi Otomatis Periksa kondisi flywheel dan kekencangan bautnya Celah connecting rod dan main bearing yang berlebihan Periksa kondisi connecting rod, crankshaft dan bearingnya. Celah piston terlalu besar Ketukan piston ke dinding silinder dapat diakibatkan oleh keausan silinder dan piston. Ada masalah dengan mobil Anda...?? Butuh Bantuan...??? Silahkan hubungi kami..!! 1. Beberapa kondisi terjadinya suara mesin berisik Suara Mesin berisik hanya pada saat Idling PERKIRAAN PENYEBAB AREA PEMERIKSAAN Bearing water pump Periksa bodi water pump dengan menggunakan sound scope. Bunyi perapat oli Isi oli mesin dari luar perapat oli atau semprotkan anti-squeaking agent pada permukaan. Bunyi menjadi lebih kecil atau hilang. Gerak ke arah dorong camshaft. Periksa penutup timing case dengan menggunakan sound scope. Bunyi menjadi lebih keras saat mesin dipanaskan. Setelah idling, bunyi menjadi lebih kecil atau hilang saat putaran mesin lebih tinggi dari idle speed. Keausan bantalan camshaft Periksa bantalan camshaft dengan meletakkan sound scope pada tutup bantalan camshaft. Bunyi menjadi lebih kecil karena putaran mesin menjadi tinggi. Kontak yang buruk antara valve dan valve seat. Setel celah katup. Periksa kontak antara valve dan dudukannya dengan meletakkan sound scope dekat dengan kepala silinder. Indikator vacuum gauge bergerak sebagian besar. Gerak ke arah dorong crankshaft. Periksa dengan menekan pedal kopling. Saat bunyi berhenti, gerakan besar. Saat menekan pedal kopling, crankshaft tertekan ke depan. Akibatnya, gerak dorong hilang dan bunyi berhenti. Air intake Periksa intake manifold, persambungan pembersih udara, dll. Sumbat posisi yang diperkirakan bahwa udara terhisap dengan menggunakan oli mesin, gemuk, kain, dll. Suara mesin berisik hanya pada putaran tertentu saja PERKIRAAN PENYEBAB AREA PEMERIKSAAN Fan Belt slip Bunyi dapat terdengar saat akselerasi mendadak setelah idling dilakukan. Setel tegangan belt ke nilai spesifikasi. Periksa belt terhadap adanya keausan, keretakan, atau noda oli. Bunyi kontak bantalan atau sikat ke alternator Lepas belt, dan periksa bunyi sambil merotasi puli dengan tangan. Piston side knock Saat mesin dingin, side knock keras, namun, saat temperatur naik, bunyi berkurang, atau berhenti. Untuk piston berlogam campuran aluminium, ekspansi lebih besar daripada silinder. Sehingga, celah piston menjadi kecil dan side knock juga menjadi kecil. Saat busi tidak menyala, bunyi berubah dan umumnya, menjadi lebih kecil. Connecting rod bearing knock Bunyi yang keras dari dasar mesin terdengar saat mengakselerasi setelah mesin dihangatkan, atau segera setelah akselerasi. Saat putaran mesin berada di dalam rentang dimana bunyi dihasilkan, bila busi tidak menyala, bunyi berubah, umumnya menghilang. Crankshaft bearing knock Bunyi yang keras dari dasar mesin terdengar saat mengakselerasi setelah mesin dihangatkan, atau segera setelah akselerasi. Meskipun saat busi tidak menyala, bunyi berubah sedikit. Bunyi crankshaft bearing knock lebih rendah dan lebih membosankan dibandingkan dengan pada connecting rod bearing knock. Piston pin knock Piston pin knock menjadi semakin keras saat temperatur mesin naik. Piston pin knock berbunyi lebih solid daripada piston knock. Kipas pendingin tidak dipusatkan Periksa kipas terhadap adanya kebengkokkan, penggantian yang buruk, atau menggulung. Baut fly-wheel dikendorkan Bunyi menjadi semakin keras saat diakselerasi secara mendadak Bunyi menjadi semakin kecil atau hilang saat menakan pedal kopling sepenuhnya. Bunyi yang serupa dengan crankshaft bearing knock dapat terdengar agak solid. Suara mesin pada putaran yang bervariasi PERKIRAAN PENYEBAB AREA PEMERIKSAAN Naiknya celah katup dan kegagalan kontak Setel celah katup. Bunyi katup yang menempel Periksa bunyi dengan meletakkan sound scope pada katup. Semprotkan oli mesin atau anti-squeaking agent, bunyi menjadi semakin kecil atau menghilang. Kebocoran gas buang Periksa dengan meletakkan kain basah, dll. pada sistem buang sampai blok. Bunyi menjadi semakin keras saat putaran mesin naik secara mendadak. Kebocoran gas kompresi Periksa dengan membuat busi tidak menyala Bunyi menjadi semakin kecil atau menghilang saat busi tidak menyala. Bila ada kebocoran, oli tersembur keluar. Bila gasket rusak, gas pembakaran masuk ke dalam sistem pendinginan. Akibatnya, gelembung-gelembung dapat dibangkitkan pada bagian atas radiator. Suara mesin berisik karena pembakaran yang tidak normal knocking Ketika kecepatan kendaraan dinaikkan, suara knocking baca ngelitik tinggi terdengar. Piston dan katup akan terpengaruh dan mesin bisa rusak. Penyebab utamanya bahan bakar rendah Angka oktan bahan bakar lebih rendah daripada seharusnya. pengapian terlalu maju Bila timing pengapian terlalu maju, pembakaran akan terjadi seketika. Akibatnya, terjadi knocking. 3. Kerusakan pada busi atau menggunakan busi yang tidak sesuai spesifikasi. Busi terlalu panas dan menyebabkan pengapian prematur. Temperatur yang tepat untuk spark plug adalah kurang lebih 450 sampai 950 derajat Celsius, yakni temperatur self-cleaning penumpukan karbon di ruang bakar. Karbon menumpuk di ruang bakar akan menyulitkan panas keluar, sehingga temperatur mesin menjadi terlalu panas Bagian yang panas akan menjadi titik panas dan menyebabkan pengapian prematur. campuran udara-bahan bakar kurus Jika rasio campuran udara dan bahan bakar terlalu kecil, mesin akan mengeluarkan suara ketukan pada kecepatan tinggi atau jika sedang mengangkut beban berat. 6. Beban kendaraan terlalu berat Jika beban mesin berlebihan, suara ketukan akan mudah terjadi. PETUNJUK Jika kendaraan terus dijalankan selagi suara ketukan tersebut terdengar, malfungsi yang dijelaskan berikut ini akan terjadi Panas berlebihan Kerusakan logam karena panas berlebihan Konsumsi bahan bakar meningkat karena efisiensi panas berkurang. Busi, piston dan valve meleleh Gasket cylinder head patah. 2. Run-on dieseling Run-on adalah gejala yang menunjukkan terjadinya pembakaran secara spontan. Gejala ini muncul bila bahan bakar tersedot oleh momen inersia dari crankshaft atau flywheel, busi yang panas berlebihan lantas membakar gas yang belum terbakar, serta penumpukan karbon dalam ruang bakar yang menjadi sumber panas, meski saat itu switch ignition telah di-off-kan. PETUNJUK 1. Bahan bakar yang tidak tepat Temperatur penyalaan sendiri self-ignition atau oktan bahan bakar terlalu rendah. 2. Temperatur udara intake tinggi Suhu campuran udara-bahan bakar yang terkompresi lebih tinggi dari temperatur penyalaan sendiri bahan bakar itu. 3. Kompresi yang terlalu tinggi kecepatan tinggi atau membawa beban berat Temperatur pembakaran dan temperatur dinding ruang bakar keduanya terlalu tinggi. Bila tekananannya tinggi, maka temperatur campuran udara dan bahan bakar juga akan meninggi. karbon di dalam ruang pembakaran Karbon yang menumpuk di ruang bakar akan mencegah panas untuk keluar sehingga mesin menjadi terlalu panas. Bagian yang terlalu panas akan menjadi titik panas.. 5. Kerusakan pada busi atau menggunakan busi yang tidak sesuai spesifikasi. Busi membara sehingga menjadi titik panas. idle terlalu tinggi Jumlah udara intake ketika katup throttle tertutup penuh terlalu banyak. 7. Panas berlebihan overheating Temperatur bagian dari ruang bakar menjadi tinggi. pengapian terlalu mundur Jika temperatur maksimum pembakaran turun, tetapi durasi pembakaran menjadi lebih panjang, maka temperatur gas buang akan meninggi. Sehingga, temperatur di sekitar exhaust valve naik menjadi sumber panas hingga terjadi pembakaran spontan. 3. Terjadi Pembakaran "Lanjutan" After fire Campuran udara dan bahan bakar tidak dapat dikeluarkan secara sempurna dari ruang bakar. Campuran ini berupa gas yang tidak terbakar, tertahan dalam sistem exhaust dan dapat meledak. Jika campuran udara dan bahan bakar terlalu kaya, dan ignition timing sedikit mundur, maka gejala ini dapat saja terjadi. Penyebab utamanya 1. Campuran udara bahan bakar terlalu kurus Pembakaran terjadi lebih lambat dan durasinya juga bertambah panjang. Ketika proses pembakaran tidak sempurna, maka akan segera dilanjutkan ke langkah usaha explosion stroke, lantas langkah pemasukan, maka terjadilah back fire. titik-titik panas Jika titik-titik panas timbul karena temperatur terlalu tinggi, campuran udara dan bahan bakar akan terbakar saat intake stroke. Campuran ini akan mengalami pembakaran di dalam intake manifold dan menimbulkan back fire. timing dan ignition timing tidak sesuai Jika timing kedua bagian ini tidak benar karena kesalahan dalam perbaikan, maka back fire akan terjadi dan mesin tidak dapat dihidupkan. 4. Terjadi pembakaran "balik" Back fire Gejala ini terjadi dari hasil pembakaran campuran udara dan bahan bakar. Hal ini bisa terjadi karena proses pembakaran tetap berlangsung ketika proses pembakaran di dalam silinder justru berjalan lambat, disusul oleh mulai terbukanya intake valve dalam keadaan campuran udara bahan bakar yang kurus atau timing pengapian dimundurkan, dll. Back fire cenderung terjadi bila mesin di-start saat dingin atau diakselerasi saat pemanasan mesin. Penyebab utamanya udara bahan bakar terlalu kurus Pembakaran terjadi lebih lambat dan durasinya juga bertambah panjang. Ketika proses pembakaran tidak sempurna, maka akan segera dilanjutkan ke langkah usaha explosion stroke, lantas langkah pemasukan, maka terjadilah back fire. 2. Timbulnya titik-titik panas Jika titik-titik panas timbul karena temperatur terlalu tinggi, campuran udara dan bahan bakar akan terbakar saat intake stroke. Campuran ini akan mengalami pembakaran di dalam intake manifold dan menimbulkan back fire. timing dan ignition timing tidak sesuai Jika timing kedua bagian ini tidak benar karena kesalahan dalam perbaikan, maka back fire akan terjadi dan mesin tidak dapat dihidupkan. Ada masalah dengan mobil Anda...?? Butuh Bantuan...??? Silahkan hubungi kami..!! 08111857333